Yang kamu pegang
12 iklan siap produksi untuk 4 produk PanenKencang. Tiap iklan isinya: gambar acuan (headline sudah dibakar di dalamnya), naskah VO 20 detik berketukan, prompt gambar, dan prompt video yang sangat rinci. Tidak ada bagian yang perlu kamu karang sendiri.
Isinya diambil dari panduan PanenKencang, bukan dikarang
Tiap produk punya 4 keluhan, 6 keterampilan, 4 hasil, dan
hitungan omzet bertingkat di sistem PanenKencang. Itu yang jadi isi iklan.
Iklan yang cuma memamerkan hasil panen tanpa menunjukkan ada caranya akan terbaca
seperti iklan bibit, bukan iklan panduan. Makanya tiga sudutnya sengaja dibagi:
01 MASALAH (dari keluhan) · 02 CARA (satu keterampilan yang kelihatan mata) ·
03 HITUNGAN (angka tambahannya).
Praktisinya sama dengan yang di landing page
Wajah tiap tokoh dikunci ke foto praktisi resmi di LP-nya (section "Yang Nyusun Panduan Ini"). Pengunjung yang klik iklan lalu mendarat di LP harus melihat orang yang sama — kalau wajahnya beda, kepercayaannya hilang di detik pertama.
| Kode | Produk | Praktisi | Landing page |
|---|---|---|---|
| PPYRTN | PepayaRutin California | Pak Sarno, 61, Blitar | buka |
| CABLBT | CabaiLebat Pro | Pak Asep, Garut | buka |
| BRNGBT | BroilerNgebut 35 | Mas Fajar, Kendal | buka |
| LELTUR | LeleTurbo System | Mas Wahyu, Tulungagung | buka |
Alur produksi — urutannya tidak boleh dibalik
- Gambar acuan sudah jadi, tinggal diunduh dari tab tiap kode. Dibuat pakai codex image gen. Higgsfield dilarang untuk membuat gambar — dia untuk video saja.
- Buka
higgsfield.ai/ai/video→ tab References → Upload file → tunggu sampai terunggah → klik lagi fotonya untuk dipilih. Terunggah bukan berarti terpilih; ini jebakan yang sering bikin video keluar tanpa acuan. - Model Seedance 2.5 · Durasi 20s · Rasio 9:16 · Resolusi 720p · Unlimited ON.
- Tempel prompt lewat clipboard — mengetik prompt sepanjang ini membekukan tab.
- Pastikan tombolnya bertuliskan Generate | Unlimited, bukan angka kredit.
- Subtitle dipasang belakangan, tidak diminta ke Seedance. Lihat bagian di bawah.
Kenapa videonya sengaja TANPA subtitle
Prompt-nya melarang model membuat subtitle. Ini bukan soal selera:
Seedance pernah menulis ulang VO Indonesia jadi ngawur ("cuma cuma semilann pulu puu
semban semlan ribu") walaupun suaranya benar. Kalau tulisannya tidak pernah dibuat model,
ejaannya mustahil salah.
Subtitle dibakar dari naskah VO yang sudah ada di halaman ini, gaya TikTok kata per kata.
Patokan yang sudah dipakai di produksi lain: .ass, Arial 30, putih, garis tepi hitam
3.2, MarginV 96 — ditaruh di sepertiga bawah supaya tidak menabrak headline.
Aturan yang sudah ditanam di tiap prompt
| Aturan | Alasannya |
|---|---|
| Headline tahan penuh 20 detik. Ditulis dua kali di prompt — sekali sebagai aturan tersendiri, sekali lagi di daftar JANGAN dengan huruf kapital. | Model video punya kebiasaan memudarkan teks yang menempel di foto acuan setelah 2-3 detik. Kalau cuma dilarang sekali, headline-nya hilang di tengah klip. |
| Hook 3 detik. Detik 0,0-3,0 wajib sudah ada gerakan besar, wajah sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. | Ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dilarang membuka dengan pemandangan kosong atau kamera merayap pelan. |
| Nol layar — tidak ada HP, tablet, laptop, TV di bingkai mana pun. | Ajakannya lisan + menunjuk ke bawah bingkai (ini iklan, tautannya di bawah video). |
| Nol uang kertas dan nol angka tertulis di permukaan benda apa pun. | Angkanya wajib terbaca kalau ditampilkan, dan AI hampir selalu salah menulisnya. Timbangan ditulis "bermuka polos tanpa angka", karung "polos tanpa cetakan". |
| Nol benda tajam (pisau, golok, sabit, gunting). | Pemicu moderasi gambar. Foto acuan pun ikut dibaca moderasi video Higgsfield. |
| Nol hewan mati. | Sudut "kematian turun" boleh diucapkan, tidak boleh diperlihatkan. |
| Angka bernada potensi, bukan janji. | Klaim resmi PanenKencang memang bertanda bintang. Naskahnya menutup dengan "bukan janji, itu hitungan". DILARANG omzet karangan dan testimoni palsu. |
Standar naskah 20 detik
| Patokan | Nilai |
|---|---|
| Jumlah kata | 50-52 kata, tepat 5 baris |
| Kecepatan bicara | 150-165 kata/menit (jendela bicara 19,7 detik) |
| Baris 1 = hook | Maksimal 8 kata, isinya masalah yang dirasakan penonton |
| Baris 5 = CTA | Sebut merek + "Klik link di bawah!" |
| Ketukan | Enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0-20,0 tanpa celah |
| Harga | Tiga paket: Rp99.000 · Rp129.000 · Rp149.000. Iklan menyebut "mulai Rp99.000" |
PPYRTN — PepayaRutin California
Iklan 1 — BUAH JARANG / BUKAN SALAH POHONNYA
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
BUAH JARANG BUKAN SALAH POHONNYA
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Bunga rontok tiap pagi, buahnya tetap jarang.
- 4,2-8,1 · Bukan pohonnya yang mandul. Bunganya tidak pernah dipilih, pupuknya menyusul kalau ingat.
- 8,1-12,0 · Dua belas tahun saya dampingi kebun rakyat di Blitar, polanya sama.
- 12,0-15,9 · Perbaiki dulu bunga dan jadwal pupuknya, sebelum menambah jumlah tanaman.
- 15,9-20,0 · PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 61-year-old Indonesian papaya farmer, dark sun-weathered skin, lean hollow-cheeked face with clearly visible forehead and eye-corner lines, short thin greying moustache and goatee, wearing a wide woven bamboo conical farmer hat and a loose long-sleeved plaid flannel shirt in dark brown, navy and cream with sleeves rolled to the elbow, no glasses, calm modest smile. He is caught MID-MOTION crouching low beside a mature papaya trunk, one hand lifting a fallen blossom off the damp soil while the other parts the leaf litter around the base. The setting is edge of a mature papaya plot beside a dewy irrigation ditch at sunrise, fallen blossoms scattered on damp soil, tall trunks with hanging green fruit behind. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'BUAH JARANG', the second line reads exactly 'BUKAN SALAH POHONNYA'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Pak Sarno, laki-laki Indonesia 61 tahun, pekebun pepaya dari Blitar. Kulit sawo matang gelap terbakar matahari, wajah tirus berpipi cekung, garis-garis halus di dahi dan sudut mata yang jelas terlihat (umurnya jangan diremajakan). Kumis dan jenggot pendek tipis yang sudah beruban. Rambut pendek beruban di bawah topi. Memakai CAPING ANYAMAN BAMBU lebar berwarna cokelat muda. Tanpa kacamata. Perawakan sedang, tegap, bahu agak turun karena usia. Tangan pekebun: kuku pendek, buku jari kasar, urat menonjol. Senyumnya tenang dan sedikit, bukan senyum lebar iklan. Wajah, topi, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kemeja flanel lengan panjang bermotif kotak-kotak besar warna cokelat tua, navy, dan krem, lengannya digulung sampai siku, dipakai agak longgar. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Ujung petak pepaya dewasa di sisi parit kebun, pagi berembun, bunga gugur berserak di tanah lembap.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — bunga pepaya gugur di tanah lembap, serasah daun tua, batang pepaya dewasa, ember pupuk plastik polos tanpa label, keranjang anyaman polos tanpa tulisan di tepi parit. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'BUAH JARANG' di baris pertama dan 'BUKAN SALAH POHONNYA' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Bunga rontok tiap pagi, buahnya tetap jarang." detik 4,2 sampai 8,1: "Bukan pohonnya yang mandul. Bunganya tidak pernah dipilih, pupuknya menyusul kalau ingat." detik 8,1 sampai 12,0: "Dua belas tahun saya dampingi kebun rakyat di Blitar, polanya sama." detik 12,0 sampai 15,9: "Perbaiki dulu bunga dan jadwal pupuknya, sebelum menambah jumlah tanaman." detik 15,9 sampai 20,0: "PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Bangkit cepat dari jongkok sambil mengangkat segenggam bunga gugur setinggi dada; kamera sudah menyala setinggi dada, sejajar wajah, jarak satu setengah meter dari tokoh. detik 0,3 sampai 4,2: Berdiri tegak, kepala menoleh ke lensa pada detik kedua, telapak dibuka lebar ke arah kamera memperlihatkan bunga gugur, bahu masih bergerak. Lalu dia berkata persis: "Bunga rontok tiap pagi, buahnya tetap jarang." handheld setinggi dada, mundur setengah langkah lalu berhenti mantap detik 4,2 sampai 8,1: Menunduk ke pangkal batang, menyibak serasah daun dengan sisi telapak, mengangkat satu bunga kering dan memutarnya di antara jari. Lalu dia berkata persis: "Bukan pohonnya yang mandul. Bunganya tidak pernah dipilih, pupuknya menyusul kalau ingat." turun ke ketinggian pinggang, mendekat ke tangan detik 8,1 sampai 12,0: Melangkah dua langkah menyusuri tepi parit sambil menepuk batang pepaya dewasa, lalu menoleh kembali ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Dua belas tahun saya dampingi kebun rakyat di Blitar, polanya sama." geser mendampingi langkah, kembali setinggi dada detik 12,0 sampai 15,9: Berhenti, mengangkat ember pupuk polos setinggi pinggang lalu mengarahkan telunjuk ke pucuk pohon tempat bunga sempurna berada. Lalu dia berkata persis: "Perbaiki dulu bunga dan jadwal pupuknya, sebelum menambah jumlah tanaman." naik sedikit dengan sudut agak rendah supaya pucuk pohon masuk bingkai detik 15,9 sampai 20,0: Menghadap lensa penuh, menunjuk tegas ke bawah bingkai dua kali dengan telunjuk, lalu menahan tangan tetap menunjuk ke bawah sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" diam setinggi dada, bingkai medium, tanpa gerak SUARA — suara laki-laki Indonesia enam puluh satu tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata bukan pohonnya yang mandul; tidak pernah dipilih; klik link di bawah. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 denyut rendah tunggal; detik 4,2 sampai 8,1 bass tumpul menahan; detik 8,1 sampai 12,0 ketukan kayu pelan naik; detik 12,0 sampai 15,9 tempo terangkat setengah; detik 15,9 sampai 20,0 tutup mantap satu hentakan; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar burung pagi, gemericik air parit, dan daun pepaya bergesek tertiup angin.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 2 — PILIH BUNGANYA / JANGAN SEMUA DIPELIHARA
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
PILIH BUNGANYA JANGAN SEMUA DIPELIHARA
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Semua bunga dibiarkan tumbuh, buahnya malah kecil.
- 4,2-8,1 · Bunga sempurna dekat pucuk itu yang berpeluang jadi buah bagus.
- 8,1-12,0 · Bunga terpilih saya tandai tali rafia, sisanya saya petik dengan jari.
- 12,0-15,9 · Pohon tidak dipaksa berbuah, buah muncul lebih teratur dan lebih seragam.
- 15,9-20,0 · Caranya di PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 61-year-old Indonesian papaya farmer, dark sun-weathered skin, lean hollow-cheeked face with clearly visible forehead and eye-corner lines, short thin greying moustache and goatee, wearing a wide woven bamboo conical farmer hat and a loose long-sleeved plaid flannel shirt in dark brown, navy and cream with sleeves rolled to the elbow, no glasses, calm modest smile. He is caught MID-MOTION reaching up into the crown of a chest-high papaya plant, fingertips looping a short strand of raffia twine around one chosen blossom while the free hand steadies the leaf stalk. The setting is mid-row corridor between chest-high young papaya plants at midday, perfect blossoms clustered near the growing tips, broad palmate leaves arching overhead. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'PILIH BUNGANYA', the second line reads exactly 'JANGAN SEMUA DIPELIHARA'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Pak Sarno, laki-laki Indonesia 61 tahun, pekebun pepaya dari Blitar. Kulit sawo matang gelap terbakar matahari, wajah tirus berpipi cekung, garis-garis halus di dahi dan sudut mata yang jelas terlihat (umurnya jangan diremajakan). Kumis dan jenggot pendek tipis yang sudah beruban. Rambut pendek beruban di bawah topi. Memakai CAPING ANYAMAN BAMBU lebar berwarna cokelat muda. Tanpa kacamata. Perawakan sedang, tegap, bahu agak turun karena usia. Tangan pekebun: kuku pendek, buku jari kasar, urat menonjol. Senyumnya tenang dan sedikit, bukan senyum lebar iklan. Wajah, topi, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kemeja flanel lengan panjang bermotif kotak-kotak besar warna cokelat tua, navy, dan krem, lengannya digulung sampai siku, dipakai agak longgar. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Lorong tengah kebun di antara pepaya muda setinggi dada, tengah hari, bunga sempurna berkumpul dekat pucuk.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — gulungan tali rafia polos, potongan rafia pendek, bunga pepaya di pucuk batang, daun menjari lebar, ember plastik polos tanpa label tergeletak di tanah lorong. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'PILIH BUNGANYA' di baris pertama dan 'JANGAN SEMUA DIPELIHARA' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Semua bunga dibiarkan tumbuh, buahnya malah kecil." detik 4,2 sampai 8,1: "Bunga sempurna dekat pucuk itu yang berpeluang jadi buah bagus." detik 8,1 sampai 12,0: "Bunga terpilih saya tandai tali rafia, sisanya saya petik dengan jari." detik 12,0 sampai 15,9: "Pohon tidak dipaksa berbuah, buah muncul lebih teratur dan lebih seragam." detik 15,9 sampai 20,0: "Caranya di PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Membalik badan cepat dari arah lorong ke lensa sambil mengibaskan seutas tali rafia setinggi bahu; kamera setinggi dada di tengah lorong, jarak dua meter dari tokoh. detik 0,3 sampai 4,2: Melangkah maju satu langkah, wajah sudah menghadap lensa di detik kedua, rafia diangkat lalu telunjuk mengarah ke pucuk pepaya di sampingnya. Lalu dia berkata persis: "Semua bunga dibiarkan tumbuh, buahnya malah kecil." handheld setinggi dada, mundur pelan mengikuti langkah detik 4,2 sampai 8,1: Menarik pucuk pepaya muda mendekat dengan telapak terbuka, jari menyusuri kumpulan bunga yang menempel di batang. Lalu dia berkata persis: "Bunga sempurna dekat pucuk itu yang berpeluang jadi buah bagus." dorong dekat ke tangan dan pucuk, sudut sedikit dari bawah detik 8,1 sampai 12,0: Melingkarkan potongan rafia pada satu bunga terpilih lalu menarik simpulnya kencang dengan dua jari. Lalu dia berkata persis: "Bunga terpilih saya tandai tali rafia, sisanya saya petik dengan jari." makro dari atas bahu, fokus tajam di jari dan simpul detik 12,0 sampai 15,9: Memetik dua bunga yang tumbuh terlalu rapat dengan ujung jari lalu menjatuhkannya ke tanah, kepala menoleh ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Pohon tidak dipaksa berbuah, buah muncul lebih teratur dan lebih seragam." mundur ke medium, kembali setinggi dada detik 15,9 sampai 20,0: Menghadap lensa, menepuk batang sekali lalu menunjuk ke bawah bingkai dua kali dan menahan telunjuk tetap ke bawah sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "Caranya di PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" diam medium setinggi dada, tanpa gerak SUARA — suara laki-laki Indonesia enam puluh satu tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata bunga sempurna dekat pucuk; petik dengan jari; klik link di bawah. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 ketukan kayu cepat; detik 4,2 sampai 8,1 perkusi ringan berjalan; detik 8,1 sampai 12,0 tepuk kecil di ketukan; detik 12,0 sampai 15,9 lapisan senar masuk hangat; detik 15,9 sampai 20,0 berhenti bersih di ujung; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar jangkrik siang, gesekan daun pepaya, dan langkah kaki di tanah kering.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 3 — TAMBAHANNYA / BISA DIHITUNG
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
TAMBAHANNYA BISA DIHITUNG
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Panen cuma diingat per peti, bukan per pohon.
- 4,2-8,1 · Kebun lima puluh pohon, tambah tiga buah per pohon sebulan.
- 8,1-12,0 · Harga empat ribu lima ratus, tiga bulan, potensi tambahannya dua juta lebih.
- 12,0-15,9 · Bukan janji. Angkanya kelihatan kalau panen dicatat per pohon.
- 15,9-20,0 · Hitungannya di PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 61-year-old Indonesian papaya farmer, dark sun-weathered skin, lean hollow-cheeked face with clearly visible forehead and eye-corner lines, short thin greying moustache and goatee, wearing a wide woven bamboo conical farmer hat and a loose long-sleeved plaid flannel shirt in dark brown, navy and cream with sleeves rolled to the elbow, no glasses, calm modest smile. He is caught MID-MOTION lifting a ripe papaya out of a plain woven basket at the field track, turning the fruit over in both hands to check its skin. The setting is bamboo field shelter at the edge of a papaya plantation road in late afternoon, plain woven baskets of ripe papaya stacked on packed earth, rows of papaya trees behind. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'TAMBAHANNYA', the second line reads exactly 'BISA DIHITUNG'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Pak Sarno, laki-laki Indonesia 61 tahun, pekebun pepaya dari Blitar. Kulit sawo matang gelap terbakar matahari, wajah tirus berpipi cekung, garis-garis halus di dahi dan sudut mata yang jelas terlihat (umurnya jangan diremajakan). Kumis dan jenggot pendek tipis yang sudah beruban. Rambut pendek beruban di bawah topi. Memakai CAPING ANYAMAN BAMBU lebar berwarna cokelat muda. Tanpa kacamata. Perawakan sedang, tegap, bahu agak turun karena usia. Tangan pekebun: kuku pendek, buku jari kasar, urat menonjol. Senyumnya tenang dan sedikit, bukan senyum lebar iklan. Wajah, topi, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kemeja flanel lengan panjang bermotif kotak-kotak besar warna cokelat tua, navy, dan krem, lengannya digulung sampai siku, dipakai agak longgar. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Saung bambu di tepi jalan kebun sore hari, keranjang anyaman polos berisi pepaya matang tersusun di lantai tanah.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — keranjang anyaman polos tanpa tulisan, pepaya California matang, meja bambu polos, karung goni polos tanpa cetakan, tiang dan atap saung bambu. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'TAMBAHANNYA' di baris pertama dan 'BISA DIHITUNG' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Panen cuma diingat per peti, bukan per pohon." detik 4,2 sampai 8,1: "Kebun lima puluh pohon, tambah tiga buah per pohon sebulan." detik 8,1 sampai 12,0: "Harga empat ribu lima ratus, tiga bulan, potensi tambahannya dua juta lebih." detik 12,0 sampai 15,9: "Bukan janji. Angkanya kelihatan kalau panen dicatat per pohon." detik 15,9 sampai 20,0: "Hitungannya di PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Mengangkat satu keranjang anyaman polos dari lantai tanah ke meja bambu dengan hentakan tenaga; kamera setinggi pinggang di depan saung, jarak dua meter dari tokoh. detik 0,3 sampai 4,2: Melepas keranjang ke meja, badan berputar penuh ke lensa di detik kedua, kedua telapak terbuka lebar ke arah kamera. Lalu dia berkata persis: "Panen cuma diingat per peti, bukan per pohon." handheld naik dari pinggang ke dada lalu berhenti detik 4,2 sampai 8,1: Mengambil satu pepaya matang dari keranjang, memutarnya di dua tangan, lalu memindahkannya ke keranjang sebelah. Lalu dia berkata persis: "Kebun lima puluh pohon, tambah tiga buah per pohon sebulan." dekat ke tangan, sedikit dari atas detik 8,1 sampai 12,0: Mengetuk tepi tiga keranjang berurutan dengan buku jari lalu mengangkat sedikit keranjang paling penuh untuk menunjukkan bebannya. Lalu dia berkata persis: "Harga empat ribu lima ratus, tiga bulan, potensi tambahannya dua juta lebih." geser mendatar melewati barisan keranjang, setinggi pinggang detik 12,0 sampai 15,9: Menunjuk bergantian ke barisan pohon di belakang lalu ke keranjang di depannya, mengangkat alis ke arah lensa. Lalu dia berkata persis: "Bukan janji. Angkanya kelihatan kalau panen dicatat per pohon." mundur ke medium setinggi dada sampai barisan pohon masuk bingkai detik 15,9 sampai 20,0: Menghadap lensa penuh, mengetuk dada sekali lalu menunjuk ke bawah bingkai dua kali, telunjuk ditahan tetap ke bawah sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "Hitungannya di PepayaRutin California, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" diam medium setinggi dada, tanpa gerak SUARA — suara laki-laki Indonesia enam puluh satu tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata bukan per pohon; potensi tambahannya; klik link di bawah. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 hentakan tunggal terbuka; detik 4,2 sampai 8,1 denyut rendah stabil; detik 8,1 sampai 12,0 ketukan naik bertingkat; detik 12,0 sampai 15,9 lapis hangat masuk; detik 15,9 sampai 20,0 tahan lalu tutup tenang; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar motor lewat di jalan kebun, ayam sore, dan angin menerpa atap saung.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
CABLBT — CabaiLebat Pro
Iklan 1 — BUNGA RONTOK / SEBELUM JADI BUAH
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
BUNGA RONTOK SEBELUM JADI BUAH
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Bunga rontok, buahnya cuma segitu-segitu aja.
- 4,2-8,1 · Pupuk sudah dibeli mahal, tapi yang jadi buah tetap sedikit.
- 8,1-12,0 · Saya Asep, petani cabai Garut, sudah lima belas tahun di bedengan.
- 12,0-15,9 · Rontok itu sinyal, bukan nasib kebun. Perawatannya harus ikut fase tanaman, ada urutannya.
- 15,9-20,0 · CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 45-year-old Indonesian chili farmer, dark sun-weathered skin, square broad-jawed face with full cheeks, thin black moustache, thick eyebrows, wearing a faded olive-green cloth bucket hat and a patterned buff loosely around his neck over a faded moss-green long-sleeved shirt, no glasses, wide warm smile showing upper teeth. He is caught MID-MOTION crouching at the end of a silver-mulched chili bed, cupping one hand under a drooping flowering branch while tiny fallen blossoms scatter across the mulch below.. The setting is afternoon chili beds on a Garut hillside, silver plastic mulch rows and bamboo stakes, warm low sunlight. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'BUNGA RONTOK', the second line reads exactly 'SEBELUM JADI BUAH'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Pak Asep, laki-laki Indonesia sekitar 45 tahun, petani cabai dari Garut. Kulit sawo matang gelap terbakar matahari, wajah persegi berahang lebar, pipi berisi. KUMIS TIPIS hitam di atas bibir. Alis tebal. Tanpa kacamata. Memakai TOPI BUCKET KAIN warna hijau zaitun kusam yang sudah pudar kena matahari, dan KAIN BUFF bermotif melingkar longgar di lehernya. Perawakan sedang berisi. Tangan petani: kuku pendek, kotor tanah tipis di sela kuku. Senyumnya lebar dan hangat, gigi atas terlihat. Wajah, topi, buff, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus lengan panjang warna hijau lumut polos yang sudah pudar kena matahari, dipadu kain buff bermotif di leher. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Ujung bedengan bermulsa perak di lereng kebun cabai Garut, sore hari, bunga kecil berguguran di permukaan mulsa.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Ranting cabai penuh bunga dan bakal buah, bunga kecil rontok berserak di lembar mulsa perak polos tanpa cetakan, ajir bambu dan tali rafia pengikat, telapak tangan kosong yang menadah bunga rontok.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'BUNGA RONTOK' di baris pertama dan 'SEBELUM JADI BUAH' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Bunga rontok, buahnya cuma segitu-segitu aja." detik 4,2 sampai 8,1: "Pupuk sudah dibeli mahal, tapi yang jadi buah tetap sedikit." detik 8,1 sampai 12,0: "Saya Asep, petani cabai Garut, sudah lima belas tahun di bedengan." detik 12,0 sampai 15,9: "Rontok itu sinyal, bukan nasib kebun. Perawatannya harus ikut fase tanaman, ada urutannya." detik 15,9 sampai 20,0: "CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Kedua tangan menyibak rumpun cabai ke arah lensa dalam satu sentakan cepat sampai bunga rontok berhamburan; kamera sudah dekat setinggi dada di ujung bedengan, lurus menghadap dia. detik 0,3 sampai 4,2: Bangkit dari jongkok dalam satu gerakan cepat, telapak dibuka memperlihatkan bunga rontok yang tertadah, wajah sudah terangkat lurus ke lensa sebelum detik ketiga habis. Lalu dia berkata persis: "Bunga rontok, buahnya cuma segitu-segitu aja." Handheld setinggi dada, mundur setengah langkah mengikuti dia berdiri, jarak tetap dekat. detik 4,2 sampai 8,1: Menggoyang pelan satu batang sampai beberapa bunga jatuh lagi ke mulsa, lalu menunjuk titik jatuhnya dengan telunjuk. Lalu dia berkata persis: "Pupuk sudah dibeli mahal, tapi yang jadi buah tetap sedikit." Turun ke ketinggian bedengan, dorong masuk ke tangan dan permukaan mulsa. detik 8,1 sampai 12,0: Melangkah dua kali menyusuri bedengan sambil menepuk ajir bambu, lalu berputar kembali menghadap lensa. Lalu dia berkata persis: "Saya Asep, petani cabai Garut, sudah lima belas tahun di bedengan." Handheld menyamping mengikuti langkah, sedikit mundur menjaga badan penuh. detik 12,0 sampai 15,9: Berhenti, membalik daun teratas, lalu menyusuri batang dari pangkal ke pucuk dengan telunjuk seolah menandai urutan perawatan. Lalu dia berkata persis: "Rontok itu sinyal, bukan nasib kebun. Perawatannya harus ikut fase tanaman, ada urutannya." Perlahan masuk ke medium close-up dada ke atas. detik 15,9 sampai 20,0: Menurunkan tangan lalu menunjuk tegas ke bawah bingkai dua kali dengan telunjuk, dagu ikut mengarah ke bawah, pose menunjuk ke bawah ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Diam di medium close-up, ruang bawah bingkai sengaja dilapangkan. SUARA — suara laki-laki Indonesia empat puluh lima tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata rontok · segitu-segitu aja · ikut fase tanaman. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 denyut bass rendah satu ketuk; detik 4,2 sampai 8,1 kendang kecil masuk pelan; detik 8,1 sampai 12,0 petikan gitar akustik menahan; detik 12,0 sampai 15,9 kendang merapat naik; detik 15,9 sampai 20,0 satu ketukan penutup mantap; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar angin sore menyapu daun cabai, dengung serangga kebun, dan sesekali ayam kampung dari lereng bawah.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 2 — HAMA KETAHUAN / SEBELUM MENYEBAR
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
HAMA KETAHUAN SEBELUM MENYEBAR
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Hama baru ketahuan pas daun sudah keriting.
- 4,2-8,1 · Begitu kelihatan dari atas, setengah kebun biasanya sudah kena.
- 8,1-12,0 · Balik daunnya. Gejala pertama hampir selalu nempel di bagian bawah daun.
- 12,0-15,9 · Scouting rutin cuma butuh beberapa menit, semprotnya jadi tepat sasaran dan lebih hemat.
- 15,9-20,0 · CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 45-year-old Indonesian chili farmer, dark sun-weathered skin, square broad-jawed face with full cheeks, thin black moustache, thick eyebrows, wearing a faded olive-green cloth bucket hat and a patterned buff loosely around his neck over a faded moss-green long-sleeved shirt, no glasses, wide warm smile showing upper teeth. He is caught MID-MOTION half-kneeling deep in the aisle between two dense chili rows, thumb turning a dew-wet leaf over to inspect its underside up close.. The setting is dew-covered chili rows at dawn, narrow aisle between dense bushes on bamboo stakes, soft blue morning light. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'HAMA KETAHUAN', the second line reads exactly 'SEBELUM MENYEBAR'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Pak Asep, laki-laki Indonesia sekitar 45 tahun, petani cabai dari Garut. Kulit sawo matang gelap terbakar matahari, wajah persegi berahang lebar, pipi berisi. KUMIS TIPIS hitam di atas bibir. Alis tebal. Tanpa kacamata. Memakai TOPI BUCKET KAIN warna hijau zaitun kusam yang sudah pudar kena matahari, dan KAIN BUFF bermotif melingkar longgar di lehernya. Perawakan sedang berisi. Tangan petani: kuku pendek, kotor tanah tipis di sela kuku. Senyumnya lebar dan hangat, gigi atas terlihat. Wajah, topi, buff, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus lengan panjang warna hijau lumut polos yang sudah pudar kena matahari, dipadu kain buff bermotif di leher. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Lorong sempit di antara dua baris cabai rimbun bertopang ajir bambu, pagi hari saat daunnya masih berembun.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Daun cabai berembun, ranting bagian bawah rumpun, ajir bambu berikat rafia, tangki semprot punggung polos tanpa cetakan beserta tongkat semprotnya, embun yang menempel di jari.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'HAMA KETAHUAN' di baris pertama dan 'SEBELUM MENYEBAR' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Hama baru ketahuan pas daun sudah keriting." detik 4,2 sampai 8,1: "Begitu kelihatan dari atas, setengah kebun biasanya sudah kena." detik 8,1 sampai 12,0: "Balik daunnya. Gejala pertama hampir selalu nempel di bagian bawah daun." detik 12,0 sampai 15,9: "Scouting rutin cuma butuh beberapa menit, semprotnya jadi tepat sasaran dan lebih hemat." detik 15,9 sampai 20,0: "CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Menerobos masuk lorong sambil menyibak daun basah ke dua sisi dengan kedua lengan sampai embun terciprat; kamera sudah rendah di dalam lorong, tepat di depan langkahnya. detik 0,3 sampai 4,2: Berhenti mendadak, menunduk cepat ke satu rumpun, wajah sudah terangkat lurus ke lensa sebelum detik ketiga habis sambil menggeleng kecil. Lalu dia berkata persis: "Hama baru ketahuan pas daun sudah keriting." Handheld rendah setinggi pinggang, mundur sedikit menjaga jarak dekat. detik 4,2 sampai 8,1: Menarik satu ranting ke arah lensa dan memutarnya sampai sisi bawah daun menghadap kamera. Lalu dia berkata persis: "Begitu kelihatan dari atas, setengah kebun biasanya sudah kena." Dorong cepat ke close-up tangan dan daun, lalu tarik keluar ke medium. detik 8,1 sampai 12,0: Membalik tiga daun berturut-turut dengan ibu jari, menyeka embun di jari ke celana, lalu mengetuk pangkal daun sambil melirik ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Balik daunnya. Gejala pertama hampir selalu nempel di bagian bawah daun." Close-up miring dari sisi bawah daun, ikut naik ke arah wajahnya. detik 12,0 sampai 15,9: Mengangkat tangki semprot punggung polos tanpa cetakan ke bahu dan mengarahkan ujung tongkat semprot hanya ke satu rumpun, bukan ke sepanjang baris. Lalu dia berkata persis: "Scouting rutin cuma butuh beberapa menit, semprotnya jadi tepat sasaran dan lebih hemat." Mundur ke medium wide, lorong terlihat memanjang ke belakang. detik 15,9 sampai 20,0: Melepas pegangan tongkat, menunjuk ke bawah bingkai dua kali dengan telunjuk, lalu menahan pose menunjuk ke bawah sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Diam di medium, ruang kosong disisakan di bawah bingkai. SUARA — suara laki-laki Indonesia empat puluh lima tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata keriting · balik daunnya · tepat sasaran. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 nada tunggal pagi menggantung; detik 4,2 sampai 8,1 petikan gitar pendek masuk; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi ringan mengetuk cepat; detik 12,0 sampai 15,9 bass hangat naik menekan; detik 15,9 sampai 20,0 berhenti bersih satu ketuk; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar burung pagi, gesekan daun basah tertiup angin, dan langkah kaki di tanah lembap.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 3 — SERIBU BATANG / HITUNG TAMBAHANNYA
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
SERIBU BATANG HITUNG TAMBAHANNYA
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Panen nambah dikit, di kantong ga kerasa.
- 4,2-8,1 · Coba hitung: seribu batang, tambah dua ons tiap batang semusim.
- 8,1-12,0 · Harga dua puluh delapan ribu, potensi tambahannya lima juta enam ratus ribu.
- 12,0-15,9 · Bukan janji, itu hitungan. Naiknya dari rawat per fase dan sortir grade.
- 15,9-20,0 · CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 45-year-old Indonesian chili farmer, dark sun-weathered skin, square broad-jawed face with full cheeks, thin black moustache, thick eyebrows, wearing a faded olive-green cloth bucket hat and a patterned buff loosely around his neck over a faded moss-green long-sleeved shirt, no glasses, wide warm smile showing upper teeth. He is caught MID-MOTION under a tarp-roofed bamboo field shelter, both hands lifting a heap of red chilies out of a full woven basket into a second empty basket beside it.. The setting is midday bamboo field shelter with a tarp roof at the edge of a chili plot, plain woven baskets of red chilies, harvested rows behind. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'SERIBU BATANG', the second line reads exactly 'HITUNG TAMBAHANNYA'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Pak Asep, laki-laki Indonesia sekitar 45 tahun, petani cabai dari Garut. Kulit sawo matang gelap terbakar matahari, wajah persegi berahang lebar, pipi berisi. KUMIS TIPIS hitam di atas bibir. Alis tebal. Tanpa kacamata. Memakai TOPI BUCKET KAIN warna hijau zaitun kusam yang sudah pudar kena matahari, dan KAIN BUFF bermotif melingkar longgar di lehernya. Perawakan sedang berisi. Tangan petani: kuku pendek, kotor tanah tipis di sela kuku. Senyumnya lebar dan hangat, gigi atas terlihat. Wajah, topi, buff, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus lengan panjang warna hijau lumut polos yang sudah pudar kena matahari, dipadu kain buff bermotif di leher. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Saung bambu beratap terpal di pinggir lahan, siang hari, keranjang anyaman polos tanpa tulisan berisi cabai merah bertumpuk.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Keranjang anyaman bambu polos tanpa tulisan penuh cabai merah, keranjang anyaman kedua yang masih kosong, tampah bambu polos, meja papan kayu saung tanpa cetakan maupun angka.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'SERIBU BATANG' di baris pertama dan 'HITUNG TAMBAHANNYA' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Panen nambah dikit, di kantong ga kerasa." detik 4,2 sampai 8,1: "Coba hitung: seribu batang, tambah dua ons tiap batang semusim." detik 8,1 sampai 12,0: "Harga dua puluh delapan ribu, potensi tambahannya lima juta enam ratus ribu." detik 12,0 sampai 15,9: "Bukan janji, itu hitungan. Naiknya dari rawat per fase dan sortir grade." detik 15,9 sampai 20,0: "CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Mengangkat keranjang penuh cabai merah dari lantai saung dan menghentakkannya ke meja papan sampai cabai berguncang; kamera sudah dekat setinggi meja, lurus menghadap dia. detik 0,3 sampai 4,2: Menegakkan badan dari meja, mengibaskan tangan seolah menepis anggapan remeh, wajah sudah menatap lurus ke lensa sebelum detik ketiga habis. Lalu dia berkata persis: "Panen nambah dikit, di kantong ga kerasa." Handheld setinggi dada, mundur sedikit dari bibir meja. detik 4,2 sampai 8,1: Menciduk segenggam cabai merah lalu menjatuhkannya kembali ke keranjang, dan mengangkat dua jari ke depan lensa. Lalu dia berkata persis: "Coba hitung: seribu batang, tambah dua ons tiap batang semusim." Close-up genggaman cabai yang jatuh, lalu tarik keluar ke medium. detik 8,1 sampai 12,0: Memindahkan cabai ke keranjang kedua dengan dua sapuan cepat, lalu menepuk pinggir keranjang yang sudah terisi. Lalu dia berkata persis: "Harga dua puluh delapan ribu, potensi tambahannya lima juta enam ratus ribu." Turun ke ketinggian meja, geser menyamping menyapu dua keranjang. detik 12,0 sampai 15,9: Menepuk telapak sekali di depan dada lalu menunjuk berganti-ganti ke dua keranjang yang isinya sudah terpisah, kembali menghadap lensa. Lalu dia berkata persis: "Bukan janji, itu hitungan. Naiknya dari rawat per fase dan sortir grade." Medium close-up, sedikit maju ke arah wajahnya. detik 15,9 sampai 20,0: Menurunkan kedua tangan lalu menunjuk ke bawah bingkai dua kali dengan telunjuk, badan sedikit condong maju, pose menunjuk ke bawah ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "CabaiLebat Pro, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Diam di medium close-up, bagian bawah bingkai dibiarkan lapang. SUARA — suara laki-laki Indonesia empat puluh lima tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata ga kerasa · dua ons tiap batang · bukan janji. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 ketukan kayu tunggal tegas; detik 4,2 sampai 8,1 bass pendek naik satu tingkat; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi rapat berdenyut; detik 12,0 sampai 15,9 melodi cerah masuk singkat; detik 15,9 sampai 20,0 satu ketukan penutup mantap; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar terpal saung bergetar kena angin, obrolan samar dari petak sebelah, dan motor jauh di jalan kampung.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
BRNGBT — BroilerNgebut 35
Iklan 1 — UMUR 35 HARI / BOBOTNYA MASIH KURANG
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
UMUR 35 HARI BOBOTNYA MASIH KURANG
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Umur tiga puluh lima, bobotnya masih kurang terus.
- 4,2-8,1 · Bandar lihat ukurannya, langsung nawar murah, untung jadi tipis.
- 8,1-12,0 · Padahal DOC-nya sama, pakannya sama, kandangnya juga sama persis.
- 12,0-15,9 · Bedanya di empat belas hari pertama dan cara ngukur bobotnya.
- 15,9-20,0 · Panduannya di BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 38-year-old Indonesian broiler farmer, medium-tan skin, round full-cheeked face with a fuller chin, wearing a dark batik-patterned cloth headband wrapped over his hair, a plain navy polo shirt under an unbuttoned cream canvas utility vest with many pockets, sturdy build, no glasses, friendly confident smile. He is caught MID-MOTION lifting a hanging round feeder pan with both hands to check the feed level while striding down the husk-covered aisle, full-grown white broilers parting around his boots under a row of glowing orange heaters.. The setting is long open-sided Indonesian broiler house aisle, dry rice husk floor, rows of yellow hanging feeder pans, glowing orange heat lamps overhead, half-raised canvas curtains. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'UMUR 35 HARI', the second line reads exactly 'BOBOTNYA MASIH KURANG'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Mas Fajar, laki-laki Indonesia sekitar 38 tahun, peternak broiler dari Kendal. Kulit sawo matang, wajah bulat berpipi penuh, dagu berisi, leher agak tebal. Tanpa kumis tebal, tanpa kacamata. Memakai IKAT KEPALA KAIN BERMOTIF BATIK gelap yang dililitkan menutupi rambut. Perawakan berisi dan kokoh. Tangan peternak: telapak lebar, kuku pendek. Senyumnya ramah dan percaya diri, gigi atas terlihat. Wajah, ikat kepala, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai bingkai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus polo warna biru navy polos, dilapisi rompi kanvas warna krem berkantong banyak yang tidak dikancing. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Lorong tengah kandang broiler postal beralas sekam, ayam putih besar memenuhi kiri dan kanan lorong, tirai kandang setengah terbuka, tempat pakan bundar kuning berderet tergantung sepanjang lorong.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Tempat pakan bundar kuning gantung bermuka polos, ember pakan polos tanpa cetakan, tali penggantung, tirai kandang kanvas polos, hamparan sekam kering.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'UMUR 35 HARI' di baris pertama dan 'BOBOTNYA MASIH KURANG' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Umur tiga puluh lima, bobotnya masih kurang terus." detik 4,2 sampai 8,1: "Bandar lihat ukurannya, langsung nawar murah, untung jadi tipis." detik 8,1 sampai 12,0: "Padahal DOC-nya sama, pakannya sama, kandangnya juga sama persis." detik 12,0 sampai 15,9: "Bedanya di empat belas hari pertama dan cara ngukur bobotnya." detik 15,9 sampai 20,0: "Panduannya di BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Tirai kandang disibak lebar dengan satu tangan sampai cahaya menyapu lorong dan badannya melangkah masuk cepat; kamera setinggi dada di mulut lorong, sudah bergerak mundur mengikuti langkahnya. detik 0,3 sampai 4,2: Melangkah cepat menyusuri lorong sambil mendorong tempat pakan gantung ke atas, lalu di detik kedua kepalanya berputar penuh menghadap lensa dan telapak tangannya membentang ke deretan ayam di kiri dan kanan. Lalu dia berkata persis: "Umur tiga puluh lima, bobotnya masih kurang terus." Mundur cepat sejajar dada berjarak tiga langkah, sedikit goyang tangan supaya terasa nyata. detik 4,2 sampai 8,1: Berhenti lalu turun berjongkok satu lutut di tengah lorong, telapak tangannya menyapu pelan di atas punggung ayam yang berkerumun untuk menunjukkan ukurannya yang tanggung. Lalu dia berkata persis: "Bandar lihat ukurannya, langsung nawar murah, untung jadi tipis." Ikut turun ke setinggi punggung ayam, lalu maju perlahan ke arah wajahnya. detik 8,1 sampai 12,0: Bangkit sambil mengangkat satu ekor ayam ke dada dengan dua tangan, memutar badan setengah supaya ayamnya terlihat utuh, lalu menggeleng kecil ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Padahal DOC-nya sama, pakannya sama, kandangnya juga sama persis." Naik mengikuti gerakan bangkitnya, geser setengah lingkaran melewati bahunya. detik 12,0 sampai 15,9: Menurunkan ayam pelan ke sekam, lalu kedua tangannya membentang mendatar di udara seperti menandai garis bobot yang belum tercapai. Lalu dia berkata persis: "Bedanya di empat belas hari pertama dan cara ngukur bobotnya." Maju ke potret dada, deretan ayam di lorong mengabur di belakangnya. detik 15,9 sampai 20,0: Menatap lensa, telunjuknya menusuk ke bawah bingkai sekali dengan tegas, tangannya ditarik naik lalu menusuk ke bawah bingkai sekali lagi, dan pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "Panduannya di BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Diam di potret dada, merapat sedikit di akhir lalu berhenti sama sekali. SUARA — suara laki-laki Indonesia tiga puluh delapan tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata bobotnya masih kurang / nawar murah / empat belas hari pertama. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 hentakan tunggal berat; detik 4,2 sampai 8,1 denyut bas rendah menahan; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi kering makin rapat; detik 12,0 sampai 15,9 bas naik satu tingkat; detik 15,9 sampai 20,0 hentakan penutup lalu senyap; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar dengung kipas exhaust di ujung kandang, riuh ribuan ayam besar yang naik-turun, dan gemerisik sekam terinjak.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 2 — 14 HARI PERTAMA / NENTUIN BOBOT PANEN
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
14 HARI PERTAMA NENTUIN BOBOT PANEN
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Anak ayamnya numpuk di pojok, suhunya naik-turun.
- 4,2-8,1 · Pertumbuhan minggu pertama ketinggalan, sampai panen ga akan kekejar.
- 8,1-12,0 · Setting brooding itu ada urutannya: pemanas, tirai, sekat, alas sekam.
- 12,0-15,9 · Suhu dicek per jam, ayam nyebar rata, bukan dikira-kira pakai tangan.
- 15,9-20,0 · SOP-nya lengkap di BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 38-year-old Indonesian broiler farmer, medium-tan skin, round full-cheeked face with a fuller chin, wearing a dark batik-patterned cloth headband wrapped over his hair, a plain navy polo shirt under an unbuttoned cream canvas utility vest with many pockets, sturdy build, no glasses, friendly confident smile. He is caught MID-MOTION reaching up with one hand to lower a glowing orange hanging heater while the other hand steadies the curved metal brooding guard, young chicks spreading out over dry husk bedding around his feet.. The setting is brooding circle inside an Indonesian broiler house, curved metal chick guard, dry rice husk bedding, low glowing orange hanging heaters, half-lowered canvas curtains. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly '14 HARI PERTAMA', the second line reads exactly 'NENTUIN BOBOT PANEN'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Mas Fajar, laki-laki Indonesia sekitar 38 tahun, peternak broiler dari Kendal. Kulit sawo matang, wajah bulat berpipi penuh, dagu berisi, leher agak tebal. Tanpa kumis tebal, tanpa kacamata. Memakai IKAT KEPALA KAIN BERMOTIF BATIK gelap yang dililitkan menutupi rambut. Perawakan berisi dan kokoh. Tangan peternak: telapak lebar, kuku pendek. Senyumnya ramah dan percaya diri, gigi atas terlihat. Wajah, ikat kepala, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai bingkai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus polo warna biru navy polos, dilapisi rompi kanvas warna krem berkantong banyak yang tidak dikancing. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Lingkaran brooding di ujung kandang, sekat seng melengkung penuh anak ayam kuning di atas sekam kering, pemanas gantung oranye menyala rendah di tengah, tirai diturunkan sebagian.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Sekat seng melengkung polos, pemanas gantung oranye tanpa tulisan, tali pengatur tinggi pemanas, tirai kandang kanvas polos, sekam kering, termometer batang kaca polos tanpa angka terbaca tergantung di tali.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi '14 HARI PERTAMA' di baris pertama dan 'NENTUIN BOBOT PANEN' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Anak ayamnya numpuk di pojok, suhunya naik-turun." detik 4,2 sampai 8,1: "Pertumbuhan minggu pertama ketinggalan, sampai panen ga akan kekejar." detik 8,1 sampai 12,0: "Setting brooding itu ada urutannya: pemanas, tirai, sekat, alas sekam." detik 12,0 sampai 15,9: "Suhu dicek per jam, ayam nyebar rata, bukan dikira-kira pakai tangan." detik 15,9 sampai 20,0: "SOP-nya lengkap di BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Dua tangannya menarik tali pemanas ke bawah dengan tarikan besar sampai pemanas gantung berayun turun; kamera rendah setinggi anak ayam di tepi lingkaran brooding, sudah menyapu naik. detik 0,3 sampai 4,2: Mengikat tali pada tiang lalu berbalik cepat menghadap lensa sambil menepuk sekat seng dua kali supaya anak ayam bergeser dari pojok dan menyebar. Lalu dia berkata persis: "Anak ayamnya numpuk di pojok, suhunya naik-turun." Naik dari setinggi anak ayam ke setinggi dada sambil ikut berputar mengikuti badannya. detik 4,2 sampai 8,1: Berjongkok di tepi lingkaran, menyisir sekam dengan telapak tangan sampai rata, lalu menyorongkan beberapa anak ayam pelan ke tengah dengan punggung tangan. Lalu dia berkata persis: "Pertumbuhan minggu pertama ketinggalan, sampai panen ga akan kekejar." Turun sejajar permukaan sekam lalu maju rendah menembus barisan anak ayam. detik 8,1 sampai 12,0: Menarik tirai kandang turun setengah dengan dua tangan, menahannya sebentar, lalu menoleh ke lensa sambil menunjuk lingkaran brooding di belakangnya. Lalu dia berkata persis: "Setting brooding itu ada urutannya: pemanas, tirai, sekat, alas sekam." Geser menyamping mengikuti tarikan tirai lalu berhenti di potret tiga perempat badan. detik 12,0 sampai 15,9: Menangkupkan dua tangan di atas anak ayam yang sudah menyebar rata, mengangkat satu ekor sebentar setinggi dada lalu meletakkannya kembali dengan lembut ke sekam. Lalu dia berkata persis: "Suhu dicek per jam, ayam nyebar rata, bukan dikira-kira pakai tangan." Maju ke potret dada, lingkaran brooding mengabur hangat di belakangnya. detik 15,9 sampai 20,0: Berdiri tegak menghadap lensa, telunjuknya menusuk ke bawah bingkai sekali dengan tegas, tangannya naik lagi lalu menusuk ke bawah bingkai untuk kedua kalinya, pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "SOP-nya lengkap di BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Diam di potret dada, merapat sedikit lalu berhenti tanpa perpindahan lagi. SUARA — suara laki-laki Indonesia tiga puluh delapan tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata numpuk di pojok / minggu pertama ketinggalan / bukan dikira-kira. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 denting tunggal cepat; detik 4,2 sampai 8,1 denyut hangat rapat; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi ringan berjalan; detik 12,0 sampai 15,9 lapisan bas menebal; detik 15,9 sampai 20,0 ketukan penutup lalu senyap; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar cicit ribuan anak ayam yang rapat, ditimpa dengung kipas exhaust dari kejauhan dan gemerisik sekam yang terinjak.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 3 — TAMBAH 120 GRAM / PER EKOR SAJA
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
TAMBAH 120 GRAM PER EKOR SAJA
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Pakan habis duluan, bobot panen tetap segitu-segitu aja.
- 4,2-8,1 · Coba hitung pelan-pelan: seribu ekor, tambah seratus dua puluh gram.
- 8,1-12,0 · Dikali dua puluh satu ribu rupiah, potensinya dua setengah juta.
- 12,0-15,9 · Tambahan seperiode, dari FCR yang dicatat harian, bukan pas panen.
- 15,9-20,0 · BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 38-year-old Indonesian broiler farmer, medium-tan skin, round full-cheeked face with a fuller chin, wearing a dark batik-patterned cloth headband wrapped over his hair, a plain navy polo shirt under an unbuttoned cream canvas utility vest with many pockets, sturdy build, no glasses, friendly confident smile. He is caught MID-MOTION tipping feed pellets from a measuring scoop into a plain pail on a weathered wooden table, his free hand smoothing open a blank paper ledger turned face-away from the lens, the open coop doorway behind him.. The setting is plain wooden work table on the covered porch in front of an Indonesian broiler house, open coop doorway behind, husk dust drifting in the air, blank-faced hanging scale on a post, corrugated roof shade. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'TAMBAH 120 GRAM', the second line reads exactly 'PER EKOR SAJA'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Mas Fajar, laki-laki Indonesia sekitar 38 tahun, peternak broiler dari Kendal. Kulit sawo matang, wajah bulat berpipi penuh, dagu berisi, leher agak tebal. Tanpa kumis tebal, tanpa kacamata. Memakai IKAT KEPALA KAIN BERMOTIF BATIK gelap yang dililitkan menutupi rambut. Perawakan berisi dan kokoh. Tangan peternak: telapak lebar, kuku pendek. Senyumnya ramah dan percaya diri, gigi atas terlihat. Wajah, ikat kepala, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai bingkai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus polo warna biru navy polos, dilapisi rompi kanvas warna krem berkantong banyak yang tidak dikancing. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Meja kerja kayu di teras depan kandang, ember takar pakan, buku tulis polos menghadap menjauh dari lensa, dan timbangan gantung bermuka polos tanpa angka tergantung di tiang, pintu kandang terbuka di belakang.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Ember takar pakan polos tanpa cetakan, gayung takar polos, buku tulis polos menghadap menjauh dari lensa, pensil kayu polos, timbangan gantung bermuka polos tanpa angka di tiang, karung pakan polos tanpa cetakan bersandar di kaki meja.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'TAMBAH 120 GRAM' di baris pertama dan 'PER EKOR SAJA' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Pakan habis duluan, bobot panen tetap segitu-segitu aja." detik 4,2 sampai 8,1: "Coba hitung pelan-pelan: seribu ekor, tambah seratus dua puluh gram." detik 8,1 sampai 12,0: "Dikali dua puluh satu ribu rupiah, potensinya dua setengah juta." detik 12,0 sampai 15,9: "Tambahan seperiode, dari FCR yang dicatat harian, bukan pas panen." detik 15,9 sampai 20,0: "BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Karung pakan polos dihempaskan ke atas meja kayu dengan dua tangan sampai debu pakan meletik ke udara; kamera setinggi permukaan meja di seberangnya, sudah menyapu naik ke arah wajahnya. detik 0,3 sampai 4,2: Menumpahkan pakan dari gayung takar ke dalam ember dengan curahan tinggi, lalu di detik kedua wajahnya terangkat lurus ke lensa sambil mengetuk bibir ember dua kali. Lalu dia berkata persis: "Pakan habis duluan, bobot panen tetap segitu-segitu aja." Naik dari setinggi meja ke potret dada, sedikit goyang tangan supaya terasa nyata. detik 4,2 sampai 8,1: Mengangkat ember takar sampai setinggi dada dan menimangnya dua kali seperti sedang menimbang beratnya, lalu menaruhnya kembali ke meja dengan mantap. Lalu dia berkata persis: "Coba hitung pelan-pelan: seribu ekor, tambah seratus dua puluh gram." Geser menyamping setengah lingkaran melewati bahunya, meja tetap tertahan di bawah bingkai. detik 8,1 sampai 12,0: Menggantungkan ember pada kait timbangan gantung bermuka polos, menahan talinya sampai berhenti berayun, lalu menoleh ke lensa sambil mengangkat alis. Lalu dia berkata persis: "Dikali dua puluh satu ribu rupiah, potensinya dua setengah juta." Ikut naik menyusuri tali timbangan lalu turun ke potret tiga perempat badan. detik 12,0 sampai 15,9: Menarik buku tulis polos mendekat dengan punggung tangan, menepuk halamannya dua kali, lalu mendorongnya kembali menjauh dari lensa sambil menunjuk ke pintu kandang yang terbuka di belakang. Lalu dia berkata persis: "Tambahan seperiode, dari FCR yang dicatat harian, bukan pas panen." Maju ke potret dada, pintu kandang yang terbuka mengabur di belakangnya. detik 15,9 sampai 20,0: Menghadap lensa penuh, telunjuknya menusuk ke bawah bingkai sekali, tangannya naik lagi lalu menusuk ke bawah bingkai untuk kedua kalinya, pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "BroilerNgebut Tiga Lima, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Berhenti di potret dada, tidak ada perpindahan lagi sampai bingkai habis. SUARA — suara laki-laki Indonesia tiga puluh delapan tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata habis duluan / seratus dua puluh gram / potensinya dua setengah juta. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 hentakan pembuka kering; detik 4,2 sampai 8,1 denyut bas menghitung; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi rapat naik bertingkat; detik 12,0 sampai 15,9 bas puncak menahan; detik 15,9 sampai 20,0 ketukan penutup lalu senyap; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar riuh ayam dewasa di dalam kandang, dengung kipas exhaust, dan gemerisik sekam yang tertiup angin teras.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
LELTUR — LeleTurbo System
Iklan 1 — PAKAN HABIS CEPAT / LELENYA SEGITU AJA
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
PAKAN HABIS CEPAT LELENYA SEGITU AJA
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Sak pakan jalan terus, lelenya segitu-segitu aja.
- 4,2-8,1 · Bukan bibitnya yang salah. Pakan ditebar sampai kenyang, sisanya turun jadi kotoran.
- 8,1-12,0 · Air cepat rusak, ikan jadi malas makan, bobot panen ketinggalan.
- 12,0-15,9 · Sebelas tahun pegang kolam terpal, takarannya nyambung ke bobot ikan, bukan tebakan.
- 15,9-20,0 · LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 33-year-old Indonesian catfish farmer, light-tan skin, oval face with a firm clean-shaven jaw and visible cheekbones, wearing a dark baseball cap turned backwards and a navy henley shirt with sleeves rolled to the elbow, lean athletic build, no glasses, wide energetic smile. He is caught MID-MOTION straightening up from the rim of a round blue tarp pond with a limp empty plain feed sack in one hand, the other hand still closing its folded mouth, a row of identical round ponds receding behind him. The setting is a row of four round blue-walled tarp catfish ponds in a home yard under warm late-afternoon light, deflated plain feed sacks leaning against the nearest pond wall, wet concrete underfoot. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'PAKAN HABIS CEPAT', the second line reads exactly 'LELENYA SEGITU AJA'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Mas Wahyu, laki-laki Indonesia sekitar 33 tahun, pembudidaya lele dari Tulungagung. Kulit sawo matang cerah, wajah oval berahang tegas, tulang pipi terlihat, rahang bersih tanpa kumis dan tanpa jenggot. Tanpa kacamata. Memakai TOPI BISBOL warna gelap yang DIPAKAI TERBALIK sehingga lidah topinya di belakang. Perawakan ramping berotot, bahu tegap. Tangan basah pembudidaya. Senyumnya lebar dan bersemangat, gigi atas terlihat. Wajah, topi terbalik, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai bingkai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus henley warna biru navy lengan panjang yang digulung sampai siku, dipadu celana kerja warna gelap. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Deretan empat kolam terpal bundar berdinding biru di pekarangan rumah, sore hari, tumpukan sak pelet polos tanpa cetakan yang sudah kempis bersandar di dinding kolam paling depan.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Sak pelet polos tanpa cetakan yang sudah kempis, tumpukan sak polos lain bersandar di dinding kolam, gayung plastik polos bergagang panjang, ember hitam polos di lantai semen.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'PAKAN HABIS CEPAT' di baris pertama dan 'LELENYA SEGITU AJA' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Sak pakan jalan terus, lelenya segitu-segitu aja." detik 4,2 sampai 8,1: "Bukan bibitnya yang salah. Pakan ditebar sampai kenyang, sisanya turun jadi kotoran." detik 8,1 sampai 12,0: "Air cepat rusak, ikan jadi malas makan, bobot panen ketinggalan." detik 12,0 sampai 15,9: "Sebelas tahun pegang kolam terpal, takarannya nyambung ke bobot ikan, bukan tebakan." detik 15,9 sampai 20,0: "LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Kamera setinggi dada di ujung deretan kolam, sedikit menunduk ke arah lantai semen; sak pelet kempis sudah terayun naik dari lantai dan badannya sudah berputar setengah ke lensa. detik 0,3 sampai 4,2: Mengangkat sak pelet kempis itu tinggi-tinggi lalu mengibaskannya dua kali sampai jelas isinya sudah habis, menurunkannya, dan menatap lurus ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Sak pakan jalan terus, lelenya segitu-segitu aja." Handheld mendekat cepat dari bidikan setengah badan ke dada, goyang alami sedikit, fokus mengunci wajahnya begitu dia menoleh. detik 4,2 sampai 8,1: Melempar sak kempis ke tumpukan sak polos di dinding kolam, lalu menyapukan telapak tangan lebar-lebar di atas permukaan air kehijauan. Lalu dia berkata persis: "Bukan bibitnya yang salah. Pakan ditebar sampai kenyang, sisanya turun jadi kotoran." Turun ke sudut rendah sejajar bibir kolam mengikuti ayunan tangannya menyapu air, deretan kolam ikut kebaca di belakang. detik 8,1 sampai 12,0: Melangkah menyusuri deretan kolam sambil menepuk dinding terpal biru tiap kolam yang dilewatinya, sesekali menoleh ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Air cepat rusak, ikan jadi malas makan, bobot panen ketinggalan." Tracking menyamping sejajar langkahnya, kolam demi kolam lewat di depan lensa sehingga jumlahnya kelihatan. detik 12,0 sampai 15,9: Berjongkok di bibir kolam terakhir, mencedok air dengan gayung polos lalu menuangkannya kembali pelan-pelan sambil memperhatikan warnanya, kemudian bangkit menghadap lensa. Lalu dia berkata persis: "Sebelas tahun pegang kolam terpal, takarannya nyambung ke bobot ikan, bukan tebakan." Naik dari permukaan air ke wajahnya mengikuti gerak bangkitnya, jarak menutup sampai bidikan dada. detik 15,9 sampai 20,0: Berdiri tegak menghadap lensa, telunjuk menunjuk tegas ke bawah bingkai, tangannya turun sebentar lalu menunjuk ke bawah sekali lagi lebih dekat ke lensa, dan pose menunjuk ke bawah itu ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Mundur pelan ke bidikan setengah badan lalu berhenti total, ruang di bawah dagunya dibiarkan lapang, bingkai terkunci diam sampai detik terakhir. SUARA — suara laki-laki Indonesia tiga puluh tiga tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata segitu-segitu aja | bukan bibitnya yang salah | bukan tebakan. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 bass rendah tunggal jatuh pas sak terangkat; detik 4,2 sampai 8,1 denyut perkusi pelan berjarak lebar; detik 8,1 sampai 12,0 bass masuk penuh, tempo naik satu tingkat; detik 12,0 sampai 15,9 hi-hat rapat mendorong maju; detik 15,9 sampai 20,0 ketukan penutup ditahan, ekornya dibiarkan menggantung; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar gelembung aerator, air pipa jatuh ke permukaan kolam, semburan pendek lele naik ke permukaan, dan angin sore menggesek daun pisang.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 2 — PAKAN DITAKAR / BUKAN DIKIRA-KIRA
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
PAKAN DITAKAR BUKAN DIKIRA-KIRA
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Takaran pakan cuma pakai feeling, FCR-nya jebol.
- 4,2-8,1 · Takarannya ikut bobot ikan, ditimbang contohnya dulu, baru pelet masuk ember.
- 8,1-12,0 · Sampling bobot seminggu sekali, catat pakannya, langsung ketemu angka FCR-nya.
- 12,0-15,9 · Begitu FCR kebaca, pakan berhenti bocor dan bobot panen ikut naik.
- 15,9-20,0 · Caranya di LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 33-year-old Indonesian catfish farmer, light-tan skin, oval face with a firm clean-shaven jaw and visible cheekbones, wearing a dark baseball cap turned backwards and a navy henley shirt with sleeves rolled to the elbow, lean athletic build, no glasses, wide energetic smile. He is caught MID-MOTION scooping pellets from an open plain feed sack into a black measuring pail at the rim of a round blue tarp pond, a few pellets still in the air above the pail. The setting is the wet concrete rim of one round blue-walled tarp catfish pond at morning feeding time, greenish water dimpling as fish rise to the surface, an open plain feed sack and a black measuring pail set on the concrete. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'PAKAN DITAKAR', the second line reads exactly 'BUKAN DIKIRA-KIRA'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Mas Wahyu, laki-laki Indonesia sekitar 33 tahun, pembudidaya lele dari Tulungagung. Kulit sawo matang cerah, wajah oval berahang tegas, tulang pipi terlihat, rahang bersih tanpa kumis dan tanpa jenggot. Tanpa kacamata. Memakai TOPI BISBOL warna gelap yang DIPAKAI TERBALIK sehingga lidah topinya di belakang. Perawakan ramping berotot, bahu tegap. Tangan basah pembudidaya. Senyumnya lebar dan bersemangat, gigi atas terlihat. Wajah, topi terbalik, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai bingkai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus henley warna biru navy lengan panjang yang digulung sampai siku, dipadu celana kerja warna gelap. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Tepi satu kolam terpal bundar saat jam pakan pagi, air kehijauan beriak rapat karena lele naik ke permukaan, ember takar hitam dan sak pelet polos tanpa cetakan terbuka di lantai semen sisi kolam.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Sak pelet polos tanpa cetakan yang terbuka, ember takar hitam polos, gayung plastik polos, serokan jaring bergagang kayu, timbangan bermuka polos tanpa angka di lantai semen.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'PAKAN DITAKAR' di baris pertama dan 'BUKAN DIKIRA-KIRA' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Takaran pakan cuma pakai feeling, FCR-nya jebol." detik 4,2 sampai 8,1: "Takarannya ikut bobot ikan, ditimbang contohnya dulu, baru pelet masuk ember." detik 8,1 sampai 12,0: "Sampling bobot seminggu sekali, catat pakannya, langsung ketemu angka FCR-nya." detik 12,0 sampai 15,9: "Begitu FCR kebaca, pakan berhenti bocor dan bobot panen ikut naik." detik 15,9 sampai 20,0: "Caranya di LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Kamera rendah di bibir kolam sejajar permukaan air; segenggam pelet sudah terlempar dari tangannya dan air pecah oleh lele yang naik, kepalanya langsung menoleh ke lensa. detik 0,3 sampai 4,2: Menegakkan sak pelet yang terbuka dengan satu lutut menahan, membuka mulut sak lebar-lebar, lalu menoleh penuh ke lensa sambil menepuk sisi sak. Lalu dia berkata persis: "Takaran pakan cuma pakai feeling, FCR-nya jebol." Dorong maju cepat dari bidikan pinggang ke dada, goyang handheld ringan, fokus mengunci wajahnya. detik 4,2 sampai 8,1: Menciduk pelet dari sak ke ember takar hitam dengan gayung sebanyak dua kali, lalu mengangkat ember itu setinggi dada dan menimbangnya di tangan. Lalu dia berkata persis: "Takarannya ikut bobot ikan, ditimbang contohnya dulu, baru pelet masuk ember." Over-the-shoulder menukik ke dalam mulut ember, lalu naik mengikuti ember sampai sejajar wajahnya. detik 8,1 sampai 12,0: Mengangkat serokan berisi beberapa ekor lele hidup yang menggeliat dari kolam, menahannya sebentar di samping ember takar untuk membandingkan, lalu menurunkannya kembali ke air. Lalu dia berkata persis: "Sampling bobot seminggu sekali, catat pakannya, langsung ketemu angka FCR-nya." Ikut naik bersama serokan sampai tetesan air terpercik dekat lensa, lalu turun lagi mengikuti lele kembali ke kolam. detik 12,0 sampai 15,9: Menebar pelet terukur dari ember dengan satu ayunan lebar, permukaan air langsung ramai oleh lele yang naik berebut, dia menegakkan badan menghadap lensa. Lalu dia berkata persis: "Begitu FCR kebaca, pakan berhenti bocor dan bobot panen ikut naik." Sudut rendah dari sisi kolam menangkap lemparan pelet dan riak yang meledak, lalu pan naik ke wajahnya. detik 15,9 sampai 20,0: Menghadap lensa penuh sambil menjinjing ember takar, telunjuk tangan bebasnya menunjuk tegas ke bawah bingkai, ditarik sebentar lalu menunjuk ke bawah sekali lagi lebih rendah, dan pose menunjuk ke bawah itu ditahan sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "Caranya di LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Mundur sedikit ke bidikan setengah badan lalu berhenti bergerak, bagian bawah bingkai dibiarkan kosong, bingkai terkunci sampai detik terakhir. SUARA — suara laki-laki Indonesia tiga puluh tiga tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata cuma pakai feeling | ikut bobot ikan | berhenti bocor. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 ketukan tunggal jatuh pas pelet menyentuh air; detik 4,2 sampai 8,1 groove pelan, bass pendek berjarak; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi rapat masuk mengikuti gerak menakar; detik 12,0 sampai 15,9 tempo naik, tepukan jatuh di belakang ketukan; detik 15,9 sampai 20,0 satu ketukan berat menutup lalu ditahan; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar gelembung aerator rapat, pelet menghantam permukaan air, semburan lele berebut pakan, dan sapu lidi tetangga menggesek halaman.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
Iklan 3 — HEMAT PAKAN / PLUS BOBOT NAIK
Headline yang dibakar di gambar — tahan penuh 20 detik
HEMAT PAKAN PLUS BOBOT NAIK
Naskah VO — dipakai juga untuk membakar subtitle
- 0,3-4,2 · Panen sudah lewat, untung bersihnya masih kabur.
- 4,2-8,1 · Kolam tiga ribu ekor, pakannya bisa hemat sembilan puluh kilo.
- 8,1-12,0 · Bobot panennya naik sekitar empat puluh lima kilo, itu tambahan kedua.
- 12,0-15,9 · Kasarnya, potensi tambahan sekitar satu juta sembilan ratus ribu, bukan janji.
- 15,9-20,0 · Hitungannya di LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!
Prompt gambar acuan — codex image gen, 1080x1920
Authentic candid vertical smartphone photo, 1080x1920, real natural skin texture with visible pores and sun damage, harsh tropical daylight, gentle shallow depth of field. Real phone-camera look, mild sensor noise, slightly warm white balance. STRICTLY NOT: 3D render, CGI, AI-glossy plastic skin, airbrushed beauty filter, western stock model, studio flash. of a 33-year-old Indonesian catfish farmer, light-tan skin, oval face with a firm clean-shaven jaw and visible cheekbones, wearing a dark baseball cap turned backwards and a navy henley shirt with sleeves rolled to the elbow, lean athletic build, no glasses, wide energetic smile. He is caught MID-MOTION tipping a shallow scoop net of live catfish into one of two black pails at a wet sorting corner beside the pond, water still running off the mesh. The setting is a wet concrete sorting corner beside a round blue-walled tarp catfish pond, two plain black pails holding live catfish separated by size, a wooden-handled scoop net resting across one pail rim. There is no phone, tablet, laptop, television or screen of any kind anywhere in the frame, and no knife, machete, sickle, shears or any blade. Every surface is plain and blank: no labels, no stickers, no packaging print, no banknotes, no digits, no writing on any object. No other person and no animal carcass is in the frame. Baked headline text in the upper third of the image, bold condensed all-caps white letters with a strong dark drop shadow so it stays readable against bright sky and foliage, written on TWO SEPARATE LINES: the first line reads exactly 'HEMAT PAKAN', the second line reads exactly 'PLUS BOBOT NAIK'. Do NOT write a slash, a hyphen, a bullet or any punctuation between the two lines, and do not join them into one line. Spell both lines exactly as given. No other words anywhere in the image.
Prompt video — Seedance 2.5, 20s, 9:16, 720p
Bikin satu video IKLAN vertikal 9:16 berdurasi 20 detik, SATU pengambilan gambar bersambung tanpa titik sambungan dan tanpa perpindahan adegan. Gayanya energi video vertikal pendek: cepat, padat, langsung ke inti — bukan iklan televisi yang santai. KUNCI TOKOH — Mas Wahyu, laki-laki Indonesia sekitar 33 tahun, pembudidaya lele dari Tulungagung. Kulit sawo matang cerah, wajah oval berahang tegas, tulang pipi terlihat, rahang bersih tanpa kumis dan tanpa jenggot. Tanpa kacamata. Memakai TOPI BISBOL warna gelap yang DIPAKAI TERBALIK sehingga lidah topinya di belakang. Perawakan ramping berotot, bahu tegap. Tangan basah pembudidaya. Senyumnya lebar dan bersemangat, gigi atas terlihat. Wajah, topi terbalik, dan bentuk badannya sama persis dari bingkai pertama sampai bingkai terakhir. KUNCI PAKAIAN — kaus henley warna biru navy lengan panjang yang digulung sampai siku, dipadu celana kerja warna gelap. Pakaian ini sama persis dengan yang dipakai di foto acuan dan tidak berubah sedetik pun sepanjang klip. KUNCI LATAR — Sudut sortir di samping kolam, lantai semen basah, dua ember hitam berisi lele hidup yang sudah terpisah per ukuran, serokan jaring bersandar di bibir ember, timbangan bermuka polos tanpa angka di dekat kaki.. Latarnya diam total selama 20 detik: semua benda tetap di tempatnya, tidak ada orang lain yang lewat, cahayanya tidak berubah arah maupun warna. BENDA DI ADEGAN — Dua ember hitam polos berisi lele hidup yang terpisah per ukuran, serokan jaring bergagang kayu, baskom polos, timbangan bermuka polos tanpa angka, gayung polos di lantai semen basah.. Semua permukaan benda polos dan kosong. Sepanjang klip TIDAK ADA satu pun benda berlayar: tidak ada HP, tablet, laptop, televisi, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. TIDAK ADA benda tajam: tidak ada pisau, golok, sabit, gunting, atau bilah logam apa pun. Tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang diperlihatkan sama sekali. ATURAN HEADLINE — INI YANG PALING PENTING DAN PALING SERING DILANGGAR. Tulisan headline yang sudah menempel di bagian atas foto acuan berbunyi 'HEMAT PAKAN' di baris pertama dan 'PLUS BOBOT NAIK' di baris kedua. Tulisan itu WAJIB tetap diam di tempatnya SEPANJANG SELURUH 20 DETIK: tidak pernah memudar, tidak pernah menghilang, tidak pernah tertutup benda maupun tangan, tidak berpindah posisi, dan tidak berubah ukuran, warna, maupun ejaannya. Di detik ke-19 sampai detik ke-20 headline itu HARUS masih terbaca utuh persis sama seperti di detik pertama. JANGAN memperlakukannya sebagai judul pembuka yang tugasnya selesai setelah beberapa detik. Orangnya TERUS BERGERAK sejak detik nol — headline itu cuma menumpang di atas adegan yang sudah berjalan, bukan tanda supaya orangnya diam. TIGA DETIK PERTAMA — ini penentu orang lanjut menonton atau menggeser. Dari detik 0,0 sampai 3,0 harus SUDAH ADA GERAKAN BESAR yang kelihatan jelas di layar kecil: tangannya sudah mengerjakan sesuatu, bendanya sudah bergerak, dan wajahnya sudah menghadap lensa sebelum detik ketiga habis. DILARANG membuka dengan pemandangan kosong, dengan gerakan kamera yang pelan-pelan mendekat, atau dengan orang yang berdiri diam menunggu aba-aba. Kalimat pertamanya juga dimulai paling lambat di detik 0,3 — jangan ada hening di awal. TANPA TULISAN UCAPAN DI LAYAR — JANGAN membuat subtitle, caption, teks kata-per-kata, atau tulisan apa pun yang mengikuti ucapannya. Video ini diminta BERSIH: subtitle-nya akan dipasang belakangan oleh editor. SATU-SATUNYA tulisan yang boleh ada di layar adalah headline dua baris di bagian atas yang sudah menempel di foto acuan. Selain itu layarnya bersih dari huruf dan angka apa pun — tidak ada teks di bawah, tidak ada teks di samping, tidak ada logo, tidak ada tanda air, tidak ada papan nama. NASKAH YANG DIUCAPKAN — lima kalimat berurutan, diucapkan persis seperti tertulis, dalam Bahasa Indonesia sehari-hari: detik 0,3 sampai 4,2: "Panen sudah lewat, untung bersihnya masih kabur." detik 4,2 sampai 8,1: "Kolam tiga ribu ekor, pakannya bisa hemat sembilan puluh kilo." detik 8,1 sampai 12,0: "Bobot panennya naik sekitar empat puluh lima kilo, itu tambahan kedua." detik 12,0 sampai 15,9: "Kasarnya, potensi tambahan sekitar satu juta sembilan ratus ribu, bukan janji." detik 15,9 sampai 20,0: "Hitungannya di LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" PENGAMBILAN GAMBAR — tegak 9:16, kamera HP setinggi dada, bingkai separuh badan atas dengan latar kerjanya ikut terlihat. Goyangan tangan halus dan wajar, bukan gerak rel yang licin. Gerak kameranya BERBEDA di tiap ketukan seperti ditulis di bawah. Satu pengambilan gambar bersambung, tanpa titik sambungan. TEMPO — dia bicara CEPAT dan tegas, sekitar 150 sampai 165 kata per menit, bertenaga, tanpa jeda kosong sedetik pun, gerakannya berganti cepat tiap ketukan. Walaupun cepat, tiap kata tetap terdengar jernih dan utuh — jangan sampai kata-katanya tergesa lalu menempel jadi satu. Gerak bibirnya pas dengan tiap suku kata. AKSI BERWAKTU DAN DIALOG — enam ketukan bersambung menutup penuh 0,0 sampai 20,0 tanpa celah: detik 0,0 sampai 0,3: klip dibuka SUDAH BERGERAK, bukan pose diam. Kamera setinggi pinggang di sudut sortir menghadap kolam; serokan penuh lele hidup sudah terayun naik dari air dan tetesnya menyembur lepas dari jaring, wajahnya sudah berputar ke lensa. detik 0,3 sampai 4,2: Menuang lele hidup dari serokan ke ember pertama, ikan menggeliat berebut ruang, lalu menegakkan badan menghadap lensa sambil menahan gagang serokan. Lalu dia berkata persis: "Panen sudah lewat, untung bersihnya masih kabur." Dorong maju cepat dari bidikan pinggang ke dada mengikuti tuangan, goyang handheld ringan, fokus mengunci wajahnya. detik 4,2 sampai 8,1: Memindahkan lele berukuran lebih kecil ke ember kedua dengan tangan, cepat satu per satu, lalu menepuk bibir kedua ember bergantian untuk menunjukkan pemisahannya. Lalu dia berkata persis: "Kolam tiga ribu ekor, pakannya bisa hemat sembilan puluh kilo." Menukik dari atas ke mulut dua ember supaya beda ukurannya kelihatan, lalu naik lagi ke wajahnya. detik 8,1 sampai 12,0: Mengangkat ember pertama ke atas timbangan bermuka polos, menahan tangannya sampai ember berhenti bergoyang, lalu mengangguk pendek ke lensa. Lalu dia berkata persis: "Bobot panennya naik sekitar empat puluh lima kilo, itu tambahan kedua." Sudut rendah dari sisi timbangan naik pelan ke garis mata, jarak menutup ke bidikan dada. detik 12,0 sampai 15,9: Berdiri di antara dua ember, menyapukan tangan dari ember besar ke ember kecil lalu kembali, sambil mengetuk bibir ember dua kali dengan buku jari. Lalu dia berkata persis: "Kasarnya, potensi tambahan sekitar satu juta sembilan ratus ribu, bukan janji." Tracking setengah lingkaran pelan mengelilingi kedua ember, berhenti tepat saat wajahnya lurus ke lensa. detik 15,9 sampai 20,0: Menghadap lensa penuh, telunjuk menunjuk tegas ke bawah bingkai dua kali berturut-turut dengan jeda pendek di antaranya, lalu pose menunjuk ke bawah itu ditahan tanpa bergeser sampai bingkai terakhir. Lalu dia berkata persis: "Hitungannya di LeleTurbo System, mulai sembilan puluh sembilan ribu. Klik link di bawah!" Mundur pelan ke bidikan setengah badan lalu diam total, bagian bawah bingkai dibiarkan lapang, bingkai terkunci sampai detik terakhir. SUARA — suara laki-laki Indonesia tiga puluh tiga tahun, sedang sampai berat, hangat dan membumi seperti orang lapangan yang biasa menerangkan ke tetangga, cepat dan bertenaga tapi tidak seperti penyiar. Logat Indonesia sehari-hari, bukan bahasa formal dan bukan bahasa berita. Ucapannya jernih walaupun cepat, penekanan jatuh di kata masih kabur | hemat sembilan puluh kilo | bukan janji. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama dan kalimat ketiga. Suaranya selalu pas dengan gerak bibirnya. MUSIK — WAJIB ada dan tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh ada bagian yang senyap. detik 0,3 sampai 4,2 hentakan rendah pas serokan terangkat; detik 4,2 sampai 8,1 bass berdenyut tenang di belakang; detik 8,1 sampai 12,0 perkusi bertambah satu tingkat; detik 12,0 sampai 15,9 hitungan naik, hi-hat dirapatkan; detik 15,9 sampai 20,0 ketukan penutup tunggal, sisanya senyap; Musiknya instrumental tanpa kata, dan selalu dicampur DI BAWAH suaranya: kata-katanya tetap jadi bunyi paling depan dan paling jelas, musiknya mengecil sendiri tiap dia bicara. SUASANA — Dari luar bingkai terdengar aerator berdengung, air menetes deras dari jaring serokan ke lantai semen, kecipak lele di dalam ember, dan motor lewat jauh di jalan kampung.. Suaranya terdengar dekat dan kering seperti mikrofon HP, tanpa gema, tanpa efek bunyi sinematik. TAMPILAN — cahaya matahari tropis yang keras, sedikit bintik sensor, warna agak hangat, wajah tajam, latar sedikit kabur. Kulitnya terlihat apa adanya: pori terlihat, kena matahari, berkeringat tipis. Hasilnya harus terlihat seperti rekaman HP asli yang direkam sendiri di lapangan, bukan iklan studio. JANGAN — satu pengambilan gambar bersambung sampai habis; wajah, topi, dan pakaiannya tetap sama persis di semua bingkai; tidak ada orang lain atau hewan mati yang masuk bingkai kapan pun; wajahnya apa adanya tanpa penghalusan; semua permukaan benda tetap polos dan kosong; tidak ada benda berlayar yang muncul, dipegang, atau dilihat kapan pun; tidak ada benda tajam sama sekali; tidak ada uang kertas maupun angka tertulis yang terlihat; TIDAK ADA SUBTITLE, CAPTION, ATAU TULISAN UCAPAN APA PUN — layarnya bersih kecuali headline dua baris di atas; HEADLINE ITU TETAP TERBACA UTUH DARI BINGKAI PERTAMA SAMPAI BINGKAI TERAKHIR DAN TIDAK BOLEH MEMUDAR ATAU HILANG DI TENGAH KLIP; tiga detik pertama tidak boleh kosong atau lambat; musik tidak pernah menutupi suaranya dan tidak pernah senyap; kedua tangannya selalu berada di dalam bingkai; batas waktu tiap ketukan wajib jatuh persis di detik yang disebut; ketukan terakhir menunjuk ke BAWAH bingkai dan pose itu ditahan sampai bingkai terakhir; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.











